Dampak Lingkungan dan Perilaku terhadap Kasus Leptospirosis di Wilayah Puskesmas Lepo-lepo pada Tahun 2023–2024

  • Rasyid W
  • Hajri W
  • Tosepu R
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
67Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui kontak dengan urin hewan yang terinfeksi bakteri Leptospira, terutama tikus. Penyakit ini sering muncul di daerah dengan sanitasi buruk dan lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan populasi tikus, seperti wilayah yang sering mengalami banjir dan memiliki banyak genangan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan dan perilaku terhadap kejadian leptospirosis di wilayah kerja Puskesmas Lepo-lepo pada periode 2023-2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian terdiri dari Kepala Puskesmas Lepo-lepo, Programmer Pengendalian Penyakit Menular, serta Kepala Seksi Pelayanan Terpadu Kantor Kecamatan Baruga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, sementara analisis data menggunakan metode deskriptif interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya kasus leptospirosis di wilayah ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang buruk, seperti selokan yang tersumbat, genangan air, dan kebersihan yang kurang terjaga, yang meningkatkan risiko penyebaran bakteri Leptospira. Penanganan kasus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan, dengan diagnosis awal dilakukan oleh dokter dan konfirmasi laboratorium dikirim ke BTKLPP Kelas I Makassar. Upaya pencegahan lebih banyak dilakukan melalui penyuluhan kesehatan oleh promosi kesehatan (promkes) dan kesehatan lingkungan (kesling), sementara kegiatan kebersihan rutin dilakukan oleh pihak kecamatan dan kelurahan. Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi yang lebih komprehensif dalam pengendalian leptospirosis, termasuk peningkatan edukasi masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pengelolaan sampah, serta penggunaan alat pelindung diri (APD) saat beraktivitas di lingkungan berisiko. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengurangi angka kejadian leptospirosis secara efektif.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rasyid, W. O. R. H., Hajri, W. S., Tosepu, R., & Mubarak, M. (2025). Dampak Lingkungan dan Perilaku terhadap Kasus Leptospirosis di Wilayah Puskesmas Lepo-lepo pada Tahun 2023–2024. Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja Dan Lingkungan, 6(1), 42–51. https://doi.org/10.25077/jk3l.6.1.42-51.2025

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free