Home industry batik di Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul memanfaatkan sungai sebagaipenerima limbah cair home industry batik yang tidak diolah terlebih dahulu. Tidak adanya pengelolaan limbah cairhome industry ini menyebabkan air sungai dan air bawah tercemar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuitingkat kerentanan air bawah tanah terhadap pencemaran limbah cair kegiatan home industry batik. Metode yangdigunakan dalam penelitian adalah metode survey dan pemetaan, pengambilan sampel menggunakan metodepurposive sampling, metode matematis serta analisis deskriptif. Mengetahui tingkat kerentanan air bawah tanahmenggunakan metode DRASTIC, dengan 7 parameter berupa kedalaman muka air bawah tanah, curah hujan, jenisakuifer, tekstur tanah, kemiringan lereng, media zona tak jenuh, dan konduktivitas hidrolik. Hasil penelitianmenunjukkan daerah penelitian memiliki kerentanan air bawah tanah yang masuk dalam klasifikasi tinggi denganbobot total sebesar 145, 149, 159 dan 164. Limbah cair home industry batik yang tidak diolah dengan baik dapatmencemari air bawah tanah, karena tingkat kerentanan air bawah tanah yang tinggi.Kata Kunci: DRASTIC; Home Industry Batik; Kerentanan; Pencemaran
CITATION STYLE
Fitriyani, S., Asrifah, Rr. D., & Sungkowo, A. (2021). Analisis Tingkat Kerentanan Air Bawah Tanah terhadap Pencemaran Limbah Cair Home Industry Batik di Desa Wijirejo, Kabupaten Bantul. Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI, 3(1). https://doi.org/10.31315/psb.v3i1.6244
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.