Nabi Idris dalam Kajian Sejarah Ilmu Falak

  • Fadhilah L
  • Putra M
N/ACitations
Citations of this article
108Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ilmu falak mengalami perkembangan yaitu mulai dari fase pra Islam (Babilonia, Mesir Kuno, Mesopotamia, Cina, India, Prancis, dan Yunani) kemudian merambah ke dalam fase Islam. Ilmu falak sudah dikenal sejak bangsa Babilonia (Irak kuno) dengan mengamati rasi-rasi bintang. Nabi Idris adalah nabi yang pertama kali mengkaji ilmu hitung berdasarkan kitab al-bidayah. Studi ini merupakan literatur analisis yang berdasar kepada kajian kitab-kitab karya ulama klasik. Beberapa literatur seperti kitab al-khula?ah al-wafiyyah karya KH. Zubair Umar al-Jailany dan mukhta?ar mahazab karya Syekh Muhammad Yasin al-Fadani�menyatakan bahwa wa?i� ilmu falak adalah Nabi Idris as. Kitab sabaik al-zahab fi ma�rifat al-qabail al-�arab karya al-Suwaidi menyebutkan bahwa Nabi Unusy adalah penemu ilmu falak, sedangkan Nabi Idris adalah penemu ilmu astrologi.�

Cite

CITATION STYLE

APA

Fadhilah, L. N., & Putra, M. A. (2019). Nabi Idris dalam Kajian Sejarah Ilmu Falak. Ulul Albab: Jurnal Studi Dan Penelitian Hukum Islam, 2(2), 115. https://doi.org/10.30659/jua.v2i2.3885

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free