Abstract
Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi dan perilaku remaja, termasuk dalam aspek moral dan akhlak. Lingkungan digital yang terbuka dan minim kontrol berpotensi memengaruhi pembentukan karakter peserta didik, sehingga menuntut peran aktif pendidik dalam melakukan pembinaan akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Akidah Akhlak dalam pembinaan akhlak siswi di era digital di SMA Majlis Tafsir Al-Qur’an Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak berperan sebagai pendidik nilai, teladan moral, pembimbing spiritual, serta pengontrol sosial dalam menghadapi tantangan era digital. Strategi pembinaan dilakukan melalui penguatan materi akhlak, pembiasaan perilaku religius, pendekatan personal kepada siswi, serta pengawasan terhadap penggunaan media digital. Pembinaan akhlak tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter di lingkungan sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa peran guru Akidah Akhlak menjadi semakin strategis di era digital, karena tidak hanya mentransmisikan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk kesadaran moral dan ketahanan karakter peserta didik dalam menghadapi tantangan sosial dan teknologi.
Cite
CITATION STYLE
Anjani, L. A., & Abdullah, M. (2026). Peran Guru Akidah Akhlak dalam Pembinaan Akhlak Siswi di Era Digital: Studi Kualitatif di SMA Majlis Tafsir Al-Qur’an Surakarta. Paedagogie, 21(1), 1805–1814. https://doi.org/10.31603/paedagogie.v21i1.16222
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.