Analisis Faktor Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Desa Rawapanjang, Bojonggede 2024

  • Taufik A
  • Adesty R
  • Kamto A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan salah satu strategi yang efektif dalam mendukung program Keluarga Berencana (KB) dan meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan MKJP di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede. Penelitian dilakukan dengan pendekatan observasional analitik menggunakan desain cross-sectional pada 30 responden wanita usia subur.  Hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,143), pendidikan (p=0,621), dan paritas (p=0,1) dengan pemilihan MKJP. Namun, ditemukan hubungan signifikan antara kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) (p=0,026) dan kepercayaan (p=0,002) dengan pemilihan MKJP. Hal ini mengindikasikan bahwa akses terhadap layanan kesehatan melalui JKN serta kepercayaan, yang mencakup aspek budaya dan agama, memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan terkait metode kontrasepsi. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian menegaskan pentingnya memperhatikan aksesibilitas layanan kesehatan dan pendekatan berbasis budaya dalam mendorong penggunaan MKJP. Program KB perlu dirancang dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut untuk meningkatkan adopsi metode kontrasepsi yang lebih efektif dan berkelanjutan.   Long-Term Contraceptive Method (LMP) is one of the effective strategies in supporting the Family Planning (KB) program and improving the quality of reproductive health. This study aims to analyze the factors that influence the choice of LMP in Rawapanjang Village, Bojonggede District. The study was conducted with an observational analytical approach using a cross-sectional design on 30 female respondents of childbearing age. The results showed no significant relationship between age (p = 0.143), education (p = 0.621), and parity (p = 0.1) with the choice of LMP. However, a significant relationship was found between ownership of National Health Insurance (JKN) (p = 0.026) and trust (p = 0.002) with the choice of LMP. This indicates that access to health services through JKN and trust, which includes cultural and religious aspects, play an essential role in decision-making related to contraceptive methods. The conclusion of this study emphasizes the importance of paying attention to the accessibility of health services and a culture-based approach in encouraging the use of LMP. Family planning programs need to be designed with these factors in mind to increase the adoption of more effective and sustainable contraceptive methods.

Cite

CITATION STYLE

APA

Taufik, A., Adesty, R. E. W., Kamto, A. N. R., Wulandari, A., Tunggal Mutika, W., Kasyafiya Jayanti, … Doria, M. (2024). Analisis Faktor Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Desa Rawapanjang, Bojonggede 2024. Jurnal Pengabdian MALEO, 3(1), 30–40. https://doi.org/10.51888/maleo.v3i1.298

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free