Abstract
Faloak (Sterculia quadrifida R.Br) digunakan secara empiris oleh penduduk Nusa Tenggara Timur sebagai tanaman obat. Informasi senyawa aktif yang terkandung didalam kulit faloak secara spesifik belum dipublikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa aktif yang terdapat didalam kulit faloak yang mempunyai efek sitotoksik pada sel kanker payudara jenis T47D. Ekstraksi menggunakan metode maserasi, isolasi menggunakan metode isolasi bertingkat, elusidasi menggunakan penggabungan informasi dari spektra IR, 1D-NMR, 2D-NMR dan LC-MS, dan uji aktivitas sitotoksik pada sel kanker payudara T47D menggunakan metode MTT. Hasil isolasi diperoleh isolat turunan senyawa naptokuinon yaitu 2,3-dihydro-6-hydroxy-2-methylenenaphtho[1,2- b] furan-4,5-dione dengan nilai IC50 pada sel kanker payudara T47D sebesar 9,88 µg/mL dan dengan nilai selektivitas indeks sebesar 30,23.
Cite
CITATION STYLE
Rollando, R., & Alfanaar, R. (2017). Cytotoxic effect of 2,3-dihydro-6-hydroxy-2-methylenenaphtho[1,2-b] furan-4,5-dione compound from the bark of faloak (Sterculia quadrifida R.Br) in breast cancer cells T47D. Pharmaciana, 7(2), 289. https://doi.org/10.12928/pharmaciana.v7i2.6699
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.