RELEVANSI PEMIKIRAN IBNU KHALDUN DAN IMAM AL-GHAZALI TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA

  • Yusriyah
  • Herlini Puspika Sari
  • Novelia Angely
N/ACitations
Citations of this article
27Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ibnu Khaldun dan al-Ghazali adalah dua pemikir Islam yang dikenal luas oleh masyarakat. Pemikiran-pemikiran yang tertuang dalam kitab Muqadimah karya Ibnu Khaldun telah menjadi acuan bagi banyak orang dalam membangun sistem pendidikan Islam yang ideal. Cara berpikirnya yang mengalami percampuran antara Al-Ghazali dan Ibnu Rasyid memberinya ide baru, yaitu Rasionalis Sufi. Dalam gagasan ini, Ibnu Khaldun menyamakan wahyu dengan proporsi atau rasio. Selanjutnya, gagasan-gagasan al-Ghazali yang dihadirkan dalam setiap karyanya membuat banyak pemikir lain, baik Muslim maupun non-Muslim, merujuknya dan menerjemahkan karya-karyanya ke dalam bahasa mereka. Ide-idenya yang dituangkan dalam bentuk tasawuf banyak mempengaruhi karya-karyanya dan juga mempengaruhi ide-idenya tentang seperti apa seharusnya pendidikan yang ideal. Jika pemikiran kedua karakter tersebut dikaitkan dengan pendidikan Islam baik di pesantren umum maupun di pesantren di Indonesia, masih ada kecocokan dan keterkaitan antara keduanya

Cite

CITATION STYLE

APA

Yusriyah, Herlini Puspika Sari, & Novelia Angely. (2022). RELEVANSI PEMIKIRAN IBNU KHALDUN DAN IMAM AL-GHAZALI TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA. El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education, 1(2), 83–97. https://doi.org/10.61169/el-fata.v1i2.16

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free