Siklus dan Model Perkiraan Kejadian Gempabumi di Daerah Bengkulu

  • Ardiansyah S
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sebelum terjadi gempabumi utama, biasanya akan didahului oleh suatu pola atau siklus kegempaan. Siklus ini meliputi periode normal, periode anomali yang ditandai dengan peningkatan aktivitas, periode precursory gap yang ditandai dengan penurunan aktivitas seismik, dan periode terjadinya gempabumi utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat siklus kegempaan serta model (persamaan) perkiraan terjadinya gempabumi di wilayah Bengkulu untuk kegunaan mengestimasi besarnya magnitudo gempabumi yang akan terjadi berdasarkan model yang dibuat. Data yang digunakan adalah katalog data kegempaan M > 4,5 di daerah Bengkulu pada rentang tahun 1971-2013 yang diambil melalui website USGS. Metode yang digunakan untuk perhitungan model perkiraan magnitudo gempabumi menggunakan metode Predictive Regressions dengan perhitungan regresi linier berbobot. Berdasarkan hasil analisis, model yang sudah dibuat menunjukkan bahwa diperkirakan saat ini daerah Bengkulu memilki potensi gempabumi dengan kekuatan M > 7,5 dengan siklus kegempaan daerah Bengkulu memasuki periode precursory gap yang ditandai dengan penurunan aktivitas kegempaan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ardiansyah, S. (2014). Siklus dan Model Perkiraan Kejadian Gempabumi di Daerah Bengkulu. Jurnal Fisika Dan Aplikasinya, 10(2), 68. https://doi.org/10.12962/j24604682.v10i2.796

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free