PENGGUNAAN MATA UANG PRING DI PASAR PAPRINGAN DESA CARUBAN KECAMATAN KANDANGAN KABUTATEN TEMANGGUNG JAWA TENGAH

  • Andriyani F
  • Hidayah N
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Peran pasar tradisional dalam perekonomian mikro penting sebagai pusat perputaran uang, karena setiap hari banyak sekali transaksi di dalam pasar. Pada umumnya pasar tradisional memakai uang kertasatau uang logam sebagai alat pembayaran sah. Namun di Pasar Papringan memiliki cara unik yaknimenggunakan mata uang bambu sebagai alat transaksi. Mata uang transaksi yang terbuat dari bambutersebut disebut mata uang Pring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan mata uang pringdi Pasar Papringan Desa Caruban, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Jenispenelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Pasar Papringan Desa CarubanKabupaten Temanggung. Subjek dalam penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Metodepengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakananalisis kualitatif model interaktif menurut Miles dan Huberman. Teknik pemeriksaan keabsahan datadengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencetusan mata uangpring merupakan salah satu bentuk revitalisasi desa yang dibentuk oleh komunitas mata air dan Spedagi.Revitalisasi desa dilakukan dengan melihat potensi sekitar yakni di Desa Caruban memiliki sumber yangdianggap sebagai material masa depan karena daerahnya dikelilingi oleh kebun bambu. Terdapatkesulitan dalam penggunaan mata uang pring, yaitu susah mencari bahan baku, nilai nominal mata uangterlalu besar dan menyulitkan pedagang memberikan uang kembalian, terjadi selisih perhitungan antarateller dengan pedagang, antrian panjang saat penukaran uang dan akses menuju pasar belum memadai.Dampak positif dari penggunaan mata uang pring yakni menarik banyak pengunjung dan dapatmeningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Dampak negatifnya terjadi sentimen antar pedagang,kurangnya lahan menimbulkan kemacetan.Kata kunci: dampak, mata uang pring, Pasar Papringan

Cite

CITATION STYLE

APA

Andriyani, F., & Hidayah, N. (2022). PENGGUNAAN MATA UANG PRING DI PASAR PAPRINGAN DESA CARUBAN KECAMATAN KANDANGAN KABUTATEN TEMANGGUNG JAWA TENGAH. E-Societas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 11(1). https://doi.org/10.21831/e-societas.v11i1.15765

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free