Pengaruh pelaksanaan bladder training terhadap frekuensi berkemih lansia di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Morawa

  • Giawa N
  • Purba M
  • Manalu E
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ada banyak masalah pada sistem tubuh lansia, karena dengan bertambahnya usia, sistem urine adalah salah satunya. Inkontinensia urine adalah gangguan urologi umum pada lansia. Obat-obatan memiliki kebiasaan menyebabkan efek samping, jadi lebih efektif non-pengobatan medis yaitu bladder training (pelatihan kandung kemih). Adanya pengaruh latihan kandung kemih terhadap frekuensi buang air kecil lansia di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Morawa merupakan tujuan dilaksanakan penelitian. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimen, metode yang berfokus pada serangkaian rencana pre-test dan post-test. Berdasarkan kriteria peringkat karakter uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan nilai Z.=.-8,913b dan nilai p.= 0,00 < 0,05 pada pre-test.dan.post-test. Dengan uji tes diputuskan.bahwa. Ho.ditolak.dan.Ha.diterima.,Sehingga.kesimpulan yang didapat adalah bahwa frekuensi buang air kecil berkurang secara signifikan untuk lansia yang berlatih kandung kemih (bladder training).

Cite

CITATION STYLE

APA

Giawa, N. P. A., Purba, M. N., Manalu, E. Y. R., Ndraha, H. W. N., Harefa, P., & Kaban, K. B. (2022). Pengaruh pelaksanaan bladder training terhadap frekuensi berkemih lansia di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Morawa. Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan Dan Kesehatan Indonesia, 11(1), 73–81. https://doi.org/10.47317/mikki.v11i1.450

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free