Perbedaan Tanggap Morfologi Akar Galur Inbrida Sorgum pada Kondisi P Rendah

  • Putri Andini Mandasari
  • Wirnas D
  • Trikoesoemaningtyas
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Akar tanaman memiliki respon yang bervariasi sebagai bentuk adaptasi pada kondisi P rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tanggap morfologi akar dari galur-galur inbrida sorgum pada kondisi P rendah. Percobaan ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) tersarang dua faktor yaitu genotipe dan dosis pupuk P. Genotipe yang digunakan terdiri atas 11 galur inbrida sorgum (RIL-F8), tetua peka (B-69), tetua toleran (Numbu) dan 2 varietas nasional (WHP dan Kawali). Dosis pupuk yang digunakan terdiri atas dosis P cukup (66.76 kg ha-1 P2O5) dan P rendah (33.38 kg ha-1 P2O5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tanggap morfologi akar di antara galur-galur inbrida (RIL-F8) sorgum pada kondisi P rendah. Galur-galur toleran memiliki panjang akar terpanjang (41.33-61.87 cm), volume akar (8.87-12.87 mL), diameter akar terpanjang (0.88-1.02 mm) dan jumlah akar proteoid (2.4-4.0) yang lebih tinggi dibandingkan galur-galur peka pada kondisi P rendah. Karakter-karakter tersebut mendukung tingginya biomassa galur toleran pada kondisi P rendah, sehingga menjadi karakter penting untuk seleksi adaptasi akar pada kondisi P rendah. Kata kunci: akar proteoid, biomassa, fosfor, toleran

Cite

CITATION STYLE

APA

Putri Andini Mandasari, Wirnas, D., Trikoesoemaningtyas, & Sopandie, D. (2020). Perbedaan Tanggap Morfologi Akar Galur Inbrida Sorgum pada Kondisi P Rendah. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 48(1), 30–36. https://doi.org/10.24831/jai.v48i1.29894

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free