Abstract
Nangka (Artocarpus heterophyllus) merupakan salah satu jenis buah-buahan yang sangat dikenal oleh masyarakat dan telah dimanfaatkan untuk bahan makanan. Nangka mempunyai banyak kegunaan, dapat diolah menjadi sayur, dan dapat dikomsumsi langsung. Objek penelitian adalah limbah jerami buah nangka, dan subjek penelitian adalah mutu jerami buah nangka berupa warna, aroma, tekstur, dan rasa dengan menggunakan panelis sebagai responden sebanyak 20. Pengumpulan data dalam penelitian, penelitian yang didapat akan dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan cita rasa (organoleptik) untuk menentukan cita rasa dengan ketentuan sebagai berikut, warna, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian dikethui bahwa, dari ketiga perlakuan yaitu pengeringan jerami buah nangka selama 2 jam (A1), pengeringan dami atau jerami buah nangka selama 3 jam (A2), dan pengeringan dami atau jerami buah nagka selama 4 jam (A3). Pada perlakuan (A2) 3 jam pengeringan dami atau jerami buah nangka dianggap paling baik dengan nilai yang diperoleh warna 3,85, aroma 3,65, rekstur 3,35, dan rasa 3,65. Disini dapat dilihat bahwa perlakuan dengan lama pengeringan selama 3 jam (A2) menghasilkan kualitas warna, aroma, tekstur, dan rasa yang disukai oleh panelis dibandingkan dengan perlakuan (A1) dan (A2). Kata Kunci : Lama pengeringan, Mutu keripik, Artocarpus heterophyllus
Cite
CITATION STYLE
Bachtiar, S. (2018). PENGARUH LAMA PENGERINGAN TERHADAP MUTUH KERIPIK BERBAHAN DASAR LIMBAH BUAH NANGKA (Artocarpu heterophyllus L). Biosel Biology Science and Education, 7(2), 213–224. https://doi.org/10.33477/bs.v7i2.657
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.