Abstract
Perkembangan iklan saat ini semakin pesat sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin tidak terbendung. Sejatinya iklan merupakan media yang digunakan suatu perusahaan atau badan usaha untuk mempromosikan barang atau jasa yang memiliki bahasa yang bersifat persuasive dan memiliki ideologi kapitalisme. Namun, saat ini ada beberapa iklan yang tidak menggunakan bahasa yang membujuk, tetapi ingin memasukkan unsur kapitalisme, seperti iklan Djarum 76 yang akan dibahas dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini akan mendeskripsikan ideologi kapitalisme dalam iklan rokok Djarum 76 edisi Wani Piro. Metode penelitian yang digunakan ialah metode analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Objek atau data pada penelitian ini adalah wacana lisan yang terdapat pada iklan rokok Djarum 76 edisi Wani Piro. Teknik dalam pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi yang bersumber dari YouTube. Dalam kegiatan analisis data sesuai dengan model Norman Fairclough terdapat tiga langkah analisis yaitu, analisis pada tataran teks, praktik wacana, dan praktik sosial budaya. Keabsahan data dilakukan dengan membercheck dan uji pakar wacana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kata-kata yang digunakan lebih kepada kata yang unik dan lucu, serta iklan Djarum 76 dikemas dengan bentuk wacana kritis seolah peduli dengan keadaan sosial masyarakat. Namun, di balik wacana kritis yang digunakan, terselubung ideologi yang bersifat kapitalisme sesuai dengan tujuan sebuah iklan yaitu mencari keuntungan dari produk yang dipromosikan.
Cite
CITATION STYLE
Apreno, R., & Noermanzah, N. (2020). Ideologi Kapitalisme dalam Iklan Rokok Djarum 76 Edisi Wani Piro: Kajian Analisis Wacana Kritis. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, Dan Asing, 3(1), 86–97. https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v3i1.882
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.