Prinsip Perkawinan Islam ditinjau dari Perspektif Psikologi

  • Shakanti V
  • Bintari D
N/ACitations
Citations of this article
17Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Anjuran-anjuran dan larangan-larangan dalam prinsip perkawinan Islam yang diturunkan kepada manusia diciptakan sesuai dengan realitas sifat dan fitrah dasar manusia. Setiap individu memiliki keunikan psikologis, sehingga dalam memahami kehidupan berkeluarga harus menggunakan pendekatan psikologis. Untuk meningkatkan kualitas perkawinan, perlu dilakukan kajian mengenai prinsip-prinsip perkawinan dalam ajaran Islam dan pandangan ilmu psikologi dalam implementasi prinsip-prinsip tersebut. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip perkawinan dalam Islam secara umum dan gejala psikologis apa yang menyertainya. Metode studi ini adalah studi kepustakaan dengan teknik analisis analisis deskriptif. Prinsip perkawinan Islam yang dikaji terbagi menjadi prinsip pada kehidupan pranikah, prinsip dalam kehidupan perkawinan, dan prinsip dalam perceraian. Gejala-gejala psikologis yang muncul dalam implementasi prinsip perkawinan Islam yang dibahas memperlihatkan bahwa anjuran dalam Alquran dan hadis terbukti memiliki dampak baik bagi kondisi jiwa seseorang, dan larangan berperan dalam menghindari kondisi ketidaknyamanan pada jiwa. Kata Kunci: Islam, Perkawinan, Psikologi

Cite

CITATION STYLE

APA

Shakanti, V. P., & Bintari, D. R. (2023). Prinsip Perkawinan Islam ditinjau dari Perspektif Psikologi. Jurnal Kajian Ilmiah, 23(1), 95–106. https://doi.org/10.31599/jki.v23i1.1694

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free