Abstract
Komunikasi Antar Budaya menjadi satu urgensi untuk membangun kerukunan dan menciptakan toleransi antar umat beragama di Dusun Wonogiri, Kapuhan, Sawangan. Toleransi, Komunikasi Antar Budaya serta Kepercayaan yang dianut oleh masyarakat dusun Wonogiri menjadi kekuatan Branding Desa Wonogiri sebagai ‘Kampung Religi’. Tujuan dari tulisan ini adalah membuat strategi branding desa Wonogiri, Kapuhan, Sawangan sebagai desa wisata ‘Kampung Religi” berbasis Komunikasi Antar Budaya. Tulisan ini didasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, konflik antar agama di Dusun Wonogiri dapat di minimalisir dengan membentuk “Kampung Religi”. Kedua, Beberapa program yang dapat dilakukan untuk mengimplementasikan strategi branding Kampung Religi di antaranya: promosi, Live In, diskusi budaya dan dukungan dari pemerintah. Ketiga, Komunikasi antar budaya dapat terlaksana ketika masyarakat yang melakukan studi budaya maupun wisatawan yang melakukan komunikasi dengan warga Dusun Wonogiri terutama dengan warga yang menganut Kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa. Namun program ini dapat berjalan lancar apabila pemerintah turut mendukung dan turut terlibat dalam operasional Kampung Religi tersebut.
Cite
CITATION STYLE
Nainggolan, S. Y., & Darmastuti, R. (2022). Strategi Branding Desa Wonogiri, Kapuhan, Sawangan sebagai Desa Wisata “Kampung Religi” berbasis Komunikasi Antar Budaya. PROPAGANDA, 2(2), 175–184. https://doi.org/10.37010/prop.v2i2.773
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.