Abstract
Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis konsepsi Pendidikan Islam dari kesempurnaan Al-Ghazali. Artikel ini menggunakan penelitian kepustakaan untuk meninjau bahwa Al-Ghazali memiliki pemahaman yang mendalam tentang Pendidikan Islam. Kertas ini juga mengungkapkan pemikiran dan pemahamannya tentang manajemen pendidikan, mengelola peserta didik, dan mengelola kurikulum. Makalah ini menyimpulkan bahwa Pendidikan menurut Al-Ghazali adalah proses memanusiakan manusiahingga akhir hidup mereka menuju pendekatan diri kepada Tuhan sehingga mereka menjadi manusia yang sempurna. Al-Ghazali menjelaskan tentang hal-hal yang harus dipenuhi oleh siswa dalam proses belajar: belajar adalah proses jiwa, membutuhkan konsentrasi, harus dilandasi sikap tawadhu'. Mengenai kurikulum, ia memberikan perhatian khusus pada ilmu agama dan etika dan didasarkan pada dua kecenderungan: kecenderungan keagamaan dan tasawuf; dan pragmatis kecenderungan. Menurutnya pengertian dan tujuan pendidikan Islam yaitu pendidikan yang berupaya dan bertujuan dalam proses pembentukan insan paripurna. Adapun, dalam membuat sebuah kurikulum Al-Ghazali memiliki dua kecenderungan yaitu kecenderungan terhadap agama dan kecenderungan pragmatis. Adapun aspek-aspekmateri pendidikan islam menurut pemikiran Al-Ghazali adalah meliputi pendidikan keimanan, akhlak, akal, sosial dan jurmani.menurutnya guru yang baik itu selain cerdas dan sempurna akalnya juga memiliki sifat-sifat yang terpuji.
Cite
CITATION STYLE
Azahra, F. (2022). Pendidikan Islam Dalam Perspektif Al-Ghazali. Indonesian Research Journal On Education, 3(1), 772–785. https://doi.org/10.31004/irje.v3i1.331
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.