EVALUASI KECUKUPAN CAHAYA ALAMI UNTUK MENUNJANG KENYAMANAN VISUAL RUANG PAMER PADA RANCANGAN MUSEUM SENI DAN BUDAYA DI JIMBARAN, BALI

  • Mirafawati S
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Pencahayaan alami merupakan unsur penting dan utama dalam penyajian koleksi museum di ruang pamer. Dalam penyajian koleksi museum diruang pamer museum, pencahayaan alami juga berperan untuk tercapaianya hubungan visual antara objek dengen pengunjung museum serta dapat memberikan kenyamanan secara visual. Dengan adanya pembagian dalam mengatur pola massa bangunan menggunakan sanga mandala akan sangat memungkinkan terjadinya pemanfaatan cahaya alami pada ruang pamer tidak terlalu efektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat optimalisasi rancangan yang menggunakan pendekatan sanga mandala  dalam penerapan cahaya alami untuk kenyamanan visual pengunjung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis kualitatif yaitu dengan menguji bukaan dalam upaya optimalisasi pencahayaan alami terhadap ruang pamer museum serta menguji kenyamanan visual  sesuai dengan standar intensitas pencahayaan, dengan simulasi melalui komputer menggunakan aplikasi  Autodesk Ecotect Analysis 2011. Dari studi ini dihasilkan kenyamanan visual dalam ruang pamer museum didapatkan dari orientasi dan organisasi bangunan serta bukaan untuk pencahayaan alami atau sistem penataan cahaya dan jarak atau sudut pandang pada display diruang pamer.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mirafawati, S. A. (2021). EVALUASI KECUKUPAN CAHAYA ALAMI UNTUK MENUNJANG KENYAMANAN VISUAL RUANG PAMER PADA RANCANGAN MUSEUM SENI DAN BUDAYA DI JIMBARAN, BALI. AGORA:Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti, 18(2), 69–76. https://doi.org/10.25105/agora.v18i02.7525

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free