Identifikasi Litologi Daerah Rawan Longsor Dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Sclumberger Pada Desa Sopi dan Wayabula, Morotai

  • Firman F
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Desa Sopi dan Wayabula merupakan wilayah dengan morfologi sedang hingga terjal, serta sering terjadi longsoran di wilayah tersebut. Identifikasi litologi area rawan longsor pada kedua desa dengan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Sclumberger menjadi penting. Hasil pengukuran pada 3 lokasi (A, B, dan C) didapatkan range nilai resistivitas semu berturut-turut, yaitu 1,72-150,51 Ωm; 12,56-1367,04 Ωm; dan 0,83-201,12 Ωm. Litologi lokasi A Desa Sopi didominasi batupasir dan batugamping dengan nilai resistivitas batuan antara 0,7969-1952 Ωm dan batuan yang mudah longsor adalah batupasir akibat kandungan air yang banyak, pengaruh lapukan, serta bench jalan yang terlalu tegak. Litologi lokasi B Desa Wayabula didominasi batuan konglomerat dan batugamping dengan resistivitas batuan antara 7,51-972,6 Ωm, bagian yang mudah longsor adalah konglomerat akibat lepasnya semen pengikat antar butiran batuan dan faktor air, lapukan, serta bench jalan terlalu tegak. Litologi lokasi C Desa Wayabula didominasi pasir lempungan, konglomerat, batugamping dan batulanau dengan nilai resistivitas batuan antara 0,607-2135 Ωm, bagian yang mudah longsor adalah pasir lempungan dan konglomerat akibat air, lapukan serta bench jalan yang terlalu tegak.

Cite

CITATION STYLE

APA

Firman, F. (2021). Identifikasi Litologi Daerah Rawan Longsor Dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Sclumberger Pada Desa Sopi dan Wayabula, Morotai. Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL), 2(2), 37. https://doi.org/10.19184/jeneral.v2i2.28158

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free