Masalah pada Tata Laksana Anemia Aplastik Didapat

  • Isyanto I
  • Abdulsalam M
N/ACitations
Citations of this article
288Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Anemia aplastik adalah kegagalan sumsum tulang baik secara fisiologis maupun anatomis.Penyakit ini ditandai oleh penurunan atau tidak ada faktor pembentuk sel darah dalamsumsum tulang, pansitopenia darah perifer, tanpa disertai hepatosplenomegali ataulimfadenopati. Penanganan anemia aplastik masih merupakan masalah yang penting karenapatofisiologi penyakit ini masih belum pasti. Tata laksana anemia aplastik terdiri dari tatalaksana suportif terhadap keadaan yang disebabkan oleh pansitopenia seperti anemia, infeksidan perdarahan, serta tata laksana serta pengobatan yang bertujuan untuk mengganti selinduk yang gagal dalam memproduksi sel-sel darah dan menekan proses imunologis yangterjadi. Tata laksana kuratif terdiri dan transplantasi sumsum tulang dan penggunaanobat-obat imunosupresan. Namun demikian tata laksana anemia aplastik baik yang bersifatsuportif maupun kuratif, dapat menimbulkan masalah-masalah yang mempengaruhiprognosis pasien. Prognosis pasien anemia aplastik umumnya buruk, sekitar dua pertigapasien meninggal setelah 6 bulan diagnosis ditegakkan sebagai anemia aplastik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Isyanto, I., & Abdulsalam, M. (2016). Masalah pada Tata Laksana Anemia Aplastik Didapat. Sari Pediatri, 7(1), 26. https://doi.org/10.14238/sp7.1.2005.26-33

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free