Abstract
Pengujian dan kalibrasi alat kesehatan merupakan salah satu usaha untuk menjamin mutu kelaikan alat kesehatan. Telah dilakukan pengujian dan kalibrasi pada alat kesehatan Blood Pressure Monitor (BPM) yang berada pada ruang IGD di salah satu rumah sakit. Pada artikel ini akan dijelaskan bagaimana tahapan dalam melakukan pengujian dan kalibrasi alat BPM sampai didapatkan hasil laik/tidak laiknya alat tersebut. Ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan penyadaran kepada tenaga kesehatan sebagai pengguna alat dan pasien terhadap pelaksanaan dan pentingnya pengujian dan kalibrasi alat kesehatan. Metode yang digunakan adalah Metode Kerja dari Kemenkes RI tahun 2018. Parameter pengujian terdiri dari uji pemeriksaan fisik dan fungsi alat serta uji kinerja Blood Pressure pada titik pengukuran tekanan systole 60, 80, 100, 120, 150, 200 mmHg dan titik tekanan diastolik 30, 50, 65, 80, 100, dan 150 mmHg. Hasil uji pemeriksaan fisik dan fungsi 100% baik. Hasil uji kinerja blood pressure 94% lulus uji dengan nilai ketidakpastian pengukuran di bawah ambang batas toleransi (± 5 mmHg). Titik pengukuran tekanan dyastole 150 mmHg memiliki nilai ketidakpastian pengukuran melewati ambang batas toleransi sehingga pada titik tekanan tersebut tidak lulus uji. Dengan demikian alat kesehatan BPM tersebut dinyatakan laik untuk digunakan.
Cite
CITATION STYLE
Hadziqoh, N., Pertiwi, Y., & Mulyadi, R. (2022). ANALISIS HASIL PENGUJIAN DAN KALIBRASI PARAMETER BLOOD PRESSURE PADA ALAT KESEHATAN BLOOD PRESSURE MONITOR. Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences), 11(1), 45–50. https://doi.org/10.35328/kesmas.v11i1.2178
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.