SELF-EFFICACY OF ADOLESCENT GIRLS IN DEALING PRIMARY DYSMENORRHEA

  • Putri R
  • Widia Lestari
  • Nurahannifah Rizky Tampubolon
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Introduction:  The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is 64.25%, consisting of 54.89% primary dysmenorrhea and 9.36% secondary. Self-efficacy in adolescents had a significant influence on the way they deal with urgent situations, including in dealing with dysmenorrhea conditions. Objective: This study was conducted to describe the self-efficacy of adolescent girls in dealing with primary dysmenorrhea.  Methods: Quantitative research with a simple descriptive design and using a cross-sectional approach. The sample consisted of 86 respondents and used purposive nonprobability sampling techniques. Data were collected using the Pain Self Efficacy Questionnaire (PSEQ), this questionnaire consists of 10 items of questions about self-efficacy when experiencing pain. Results: Some respondents had moderate self-efficacy (40.7%), low self-efficacy (31.4%) and some respondents had high self-efficacy (27.9%) in dealing with primary dysmenorrhea. Conclusion: Most adolescent girls are able to manage pain and cope with dysmenorrhea well, but there are still some respondents who have a low level of self-efficacy. Adolescent girls are expected to increase literacy about pain management to increase self-efficacy in dealing with primary dysmenorrhea.Pendahuluan: Prevalensi dismenore di Indonesia sebesar 64,25%, yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% sekunder. Self efficacy pada remaja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap cara mereka menghadapi situasi yang mendesak, termasuk dalam menghadapi kondisi dismenore. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran self efficacy remaja putri dalam menghadapi dismenore primer.  Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif sederhana dan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel terdiri dari 86 responden dan menggunakan teknik purposive nonprobability sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang sudah baku yaitu Pain Self Efficacy Questionnaire (PSEQ), kuesioner ini terdiri dari 10 item pertanyaan tentang efikasi diri saat mengalami rasa nyeri. Analisis univariat menggambarkan karakteristik responden dan Tingkat self efficacy remaja putri dalam menghadapi dismenore primer. Hasil: Sebagian responden memiliki self efficacy sedang (40.7%), self efficacy rendah (31.4%) dan sebagian responden memiliki self efficacy tinggi (27.9%) dalam menghadapi dismenore primer. Kesimpulan: Sebagian besar remaja putri mampu mengelola rasa sakit dan menghadapi dismenore dengan baik, namun masih terdapat sebagian responden yang memiliki tingkat self efficacy yang rendah. Remaja putri diharapkan dapat meningkatkan literasi tentang manajemen nyeri untuk meningkatkan self efficacy dalam menghadapi dismenore primer. Peneliti selanjutnya disarankan untuk membahas topik yang sama secara lebih mendalam atau dapat menambahkan intervensi khusus guna meningkatkan self efficacy remaja putri dalam menghadapi dismenore primer.

Cite

CITATION STYLE

APA

Putri, R., Widia Lestari, Nurahannifah Rizky Tampubolon, & Masrina Munawarah Tampubolon. (2025). SELF-EFFICACY OF ADOLESCENT GIRLS IN DEALING PRIMARY DYSMENORRHEA. Jurnal SMART Keperawatan, 12(2), 101–105. https://doi.org/10.34310/v12i2a186

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free