PERAN GENDER MEMPELAI WANITA DALAM RITUAL MUNGGAH LAWAH PADA PERNIKAHAN MATRIARKI ADAT BALI

  • Khosuma J
  • Darmawan Muttaqin
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pada umumnya dalam prosesi pernikahan, mempelai pria melakukan upaya untuk meminang mempelai wanita. Namun, dalam budaya adat pernikahan Bali, yang terjadi justru sebaliknya. Setiap prosesi justru dilalui pihak mempelai wanita untuk mendapatkan restu dari keluarga mempelai pria. Salah satunya adalah dalam ritual Munggah Lawang dimana pihak mempelai wanita mendatangi kediaman mempelai pria untuk mengetuk pintu sebagai tanda permohonan agar permintaan terhadap keluarga mempelai pria disetujui. Dalam ajaran Hindu yang banyak dianut oleh masyarakat Bali, wanita dianggap memiliki kedudukan tinggi dan istimewa sehingga melakukan hal-hal yang dianggap penting. Fenomena ini menarik untuk ditinjau dari sudut pandang ilmu psikologi dilihat dari teori gender dan teori perilaku terencana.

Cite

CITATION STYLE

APA

Khosuma, J. A., & Darmawan Muttaqin. (2022). PERAN GENDER MEMPELAI WANITA DALAM RITUAL MUNGGAH LAWAH PADA PERNIKAHAN MATRIARKI ADAT BALI. Jurnal Budaya Nusantara, 5(3), 149–154. https://doi.org/10.36456/b.nusantara.vol5.no3.a5709

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free