Edukasi Pembuatan Seduhan Daun Ungu Untuk Atasi Wasir Di Desa Maku Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah

  • Niluh N
  • Zahirah F
  • Rahman A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
43Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penyuluhan merupakan  suatu cara yang dilakukan  yang  dilakukan  oleh  seseorang  untuk memperoleh informasi kesehatan atau derajat kesehatan secara maksimal.  Tanaman Obat Keluarga (TOGA merupakan jenis tanaman obat pilihan yang dipergunakan untuk pertolongan pertama. Edukasi TOGA dapat menjadi sumber pembelajaran edukatif dalam pembentukan karakter dan prinsip kemandirian dalam upaya pengobatan keluarga. Bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah bagian daun, kulit batang, buah, biji, dan akarnya. Secara umum, TOGA dimanfaatkan sebagai minuman kebugaran, ramuan untuk gangguan kesehatan ringan, dan memelihara kesehatan, serta meningkatkan gizi. Daun ungu ini termasuk salah satu tanaman dari 13 komoditi yang dikembangkan oleh DITJEN POM  sebagai tanaman obat alami unggulan yang digunakan sebagai obat tradisional. Daun ungu  dimanfaatkan sebagai obat memperlancar buang air kecil, pelancar haid pada wanita, rematik, menghaluskan kulit, batu empedu, hepatitis, dan dan obat wasir. Penyuluhan ini bertujuan agar membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang potensi tanaman obat keluarga, khususnya tanaman ungu di Desa Maku sebagai salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi.  Penyuluhan diberikan dengan metode ceramah interaktif melalui pembagian leaflet, pembagian bibit TOGA, pemeriksaan kesehatan  dan bakti sosial. Efektifitas penyuluhan diuji dengan pemberian kuisioner kepuasan mitra terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Hasil pengamatan kegiatan menunjukkan bahwa Mitra merasa puas dengan kegiatan penyuluhan yang dilakukan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Niluh, N. P. D., Zahirah, F., Rahman, A., & Wirawan, W. (2023). Edukasi Pembuatan Seduhan Daun Ungu Untuk Atasi Wasir Di Desa Maku Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Duta Abdimas, 2(2), 16–21. https://doi.org/10.47701/abdimas.v2i2.2770

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free