Halleluyah: Dari Latin sampai Handel

  • Tompo H
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hallelujah merupakan sebuah kata yang berasal dari kata Ibrani “hallel” yang artinya kurang lebih berteriak atau berseru dengan suara nyaring khususnya teriakan sukacita dengan penuh semangat. Dalam Alkitab Perjanjian Lama Halleluyah disebut sebamyak 24 kali khususnya dalam kitab Mazmur, sedangkan dalam Kitab Perjanjian Baru disebut sebanyak empat kali. Halleluyah juga telah menjadi salah satu tema dalam nyanyian Gregorian. Teks untuk Haleluya berasal dari Kitab Wahyu dalam Perjanjian Baru. Wahyu 19:6: “Haleluya: karena Tuhan Yang Maha Kuasa memerintah”. Wahyu 19:16: “Dan di jubahnya dan di pahanya tertulis nama, Raja segala Raja, dan Raja segala Tuhan”. Wahyu 11:15 berbunyi: “Dan dia akan memerintah selama-lamanya”. Hallelujah mempunyai sejarah yang panjang: Abad Pertengahan, era Romawi abad ke-8, Latin,  Bizantium, dan era Barok (Handel). Beberapa musikolog mengatakan, kemungkinan Haleluya tidak akan setenar seperti saat ini tanpa kerja keras Handel lewat Messiah-nya. Tujuan dari penelitian adalah untuk memberikan pencerahan tentang lagu Haleluya, yang dalam kenyataaan di lapangan belum banyak dipahami oleh umum. Metode dalam penelitian untuk artikel ini adalah studi pustaka dengan pendekatan sejarah musik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tompo, H. B. (2022). Halleluyah: Dari Latin sampai Handel. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 5(1), 55–71. https://doi.org/10.37368/tonika.v5i1.366

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free