Abstract
Proses menanak nasi menghasilkan limbah berupa air cucian beras yang cukup melimpah jumlahnya. Dalam sebuah rumah tangga, tiap hari dapat menghasilkan setidaknya minimal 1 liter air cucian beras yang diberi perlakuan fermentasi memiliki kandungan bakteri dan unsur hara N, P, K dan Mg yang sangat baik bagi tanaman. Kelompok wanita tani merupakan organisasi pertanian yang terdiri dari ibu rumah tangga dan wanita yang memiliki perhatianterhadap dunia pertanian. Pemahaman akan potensi limbah air cucian beras masih minim dimiliki oleh kelompok wanita tani di Desa Pulogedang Kec. Tembelang Kab. Jombang. Pada kegiatan pengabdian ini, dilakukan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dengan memanfaatkan limbah air cucian beras sebagai bahan baku. Kegiatan pengabdian ini dilakukan sebanyak tiga sesi meliputi sesi sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini terjadi peningkatan pemahaman mitra sebesar 25,6 % dan terjadi peningkatan keahlian dari mitra sebesar 25 %.Kata Kunci: POC, Limbah, Sampah Organik, Air Cucian Beras.
Cite
CITATION STYLE
Sifaunajah, A., -, M., Azizah, C., Amelia, N. F., & Sholehah, N. A. (2022). Pemanfaatan Limbah Air Cucian Beras Sebagai Pupuk Organik Cair. VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 4(1), 33. https://doi.org/10.35799/vivabio.v4i1.39556
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.