MANIFESTASI GEGAR BUDAYA TOKOH UTAMA FILM “MANTAN MANTEN” DALAM TINJAUAN ANALISIS WACANA KRITIS

  • Rinugroho D
N/ACitations
Citations of this article
42Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Film “Mantan Manten” merupakan film drama romansa dan rilis pada bulan April 2019. Film ini menjadi menarik karena pengemasannya sebagai film romansa, baik dari poster hingga trailer, namun secara bersamaan memiliki fokus kuat dalam segi kebudayaan. Dan dalam ceritanya, tokoh utama dari film “Mantan Manten” mengalami perubahan drastis dan mengalami gegar budaya. Penelitian ini ingin melihat bagaimana wacana gegar budaya dapat divisualisasikan dalam adegan film serta tujuan adanya wacana gegar budaya dalam sebuah film arus utama dengan genre drama romansa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis wacana kritis. Kemudian melihat aspek mise-en-scène  berupa setting, tata busana dan tata rias, dan akting untuk melihat bagaimana wacana gegar budaya ditunjukkan secara visual. Hasil analisis kemudian akan dikritisi dengan melihat fungsi dan tujuan wacana gegar budaya pada film drama romansa film “Mantan Manten”. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 21 scene yang memiliki unsur gegar budaya didalamnya; 7 scene melalui praktik diskursif, 13 scene dengan praktik diskursif, dan 4 materialisasi wacana. Wacana gegar budaya dalam film “Mantan Manten” lebih banyak dimanifestasikan secara visual melalui akting tokoh, dengan setting dan tata rias dan busana sebagai penguat. Wacana gegar budaya dalam film memiliki fungsi sebagai penggerak narasi dengan tujuan memperlihatkan budaya jawa dukun manten secara lebih dekat dan personal melalui proses tokoh utama dalam menjadi dukun manten. Gegar budaya dalam film ini digunakan sebagai konflik sekunder dalam batin tokoh utama yang hadir dari konflik utama antara Iskandar dan Yasnina, dan sebagai wadah agar film “Mantan Manten” dapat mengisi pengetahuan mengenai budaya jawa ke khalayak umum.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rinugroho, D. (2022). MANIFESTASI GEGAR BUDAYA TOKOH UTAMA FILM “MANTAN MANTEN” DALAM TINJAUAN ANALISIS WACANA KRITIS. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan, 1(1), 10–29. https://doi.org/10.47431/jkp.v1i1.160

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free