FENOMENOLOGI VOTE BUYING DALAM PELAKSANAAN PEMILU DIKALANGAN SANTRI PONPES NASRUDIN DESA SUMURBER

  • Falahiyah K
  • Fauzi A
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Fenomena vote buying dalam pelaksanaan pemilihan umum bukan menjadi hal yang tabuh melainkan sudah menjadi praktik yang sering dilakukan menjelang pelaksanaan pemilu. Praktik vote buying merupakan salah satu bentuk pelanggaran utama yang sering terjadi dalam proses pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena vote buying yang terjadi dalam pelaksanaan pemilu di kalangan santri Ponpes Nasrudin Desa Sumurber. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz tentang motif tindakan kadidat pemilu dalam pelaksanaan pemilu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder, data primer berasal dari observasi, dan wawancara mendalam sedangkan data sekunder berasal dari jurnal, artikel dan skripsi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data untuk  menarik kesimpulan. Hasil penelitian praktik vote buying menjadi marak di kalangan santri pondok pesantren nasrudin saat proses pemilu dengan berbagai bentuk ketika pemilu sedang terlaksana dengan kemiskinan, rendahnya tingkat Pendidikan, dan sikap politik yang rendah. Praktik vote buying yang terjadi secara sigmifikan mendistori prisnsip keadilan, kebebasan dan komptensi dalam pemilu yang berintegritas

Cite

CITATION STYLE

APA

Falahiyah, K. N., & Fauzi, A. M. (2022). FENOMENOLOGI VOTE BUYING DALAM PELAKSANAAN PEMILU DIKALANGAN SANTRI PONPES NASRUDIN DESA SUMURBER. JURNAL TRIAS POLITIKA, 6(2), 264–282. https://doi.org/10.33373/jtp.v6i2.4597

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free