Abstract
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dosis akriflavin yang sangat efektif untuk pembalikan kelamin jantan ikan baung secara oral (melalui pakan) dan kelangsungan hidup ikan baung. Penelitian ini dilaksanakan selama enam minggu, dilaksanakan di Laboratorium Manajemen Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Fakultas Perikanan, Unlam. Wadah yang digunakan baskom sebanyak 16 buah. Benih ikan baung yang digunakan berumur sepuluh hari setelah pembuahan dengan kepadatan penebaran pada setiap perlakuan 100 ekor. Percobaan ini terdiri atas 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, yaitu parlakuan A (15 mg/kg pakan), B (25 mg/kg pakan), C (35 mg/kg pakan), dan kontrol (tanpa akriflavin). Dari data yang diperoleh terlihat bahwa ketiga perlakuan memberikan hasil yang cukup baik dalam pembalikan jenis kelamin ikan baung. Persentase rerata ikanyang berkelamin jantan dengan menggunakan akriflavin tertinggi (78,75%) diperoleh dari pemberian dosis 35 mg/kg pakan dengan tingkat kelangsungan hidup di atas 85%.
Cite
CITATION STYLE
Akbar, J. (2012). PEMBENTUKAN KELAMIN JANTAN IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) DENGAN NON STEROID AKRIFLAVIN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGATASI KELANGKAAN INDUK JANTAN. BIOSCIENTIAE, 9(1). https://doi.org/10.20527/b.v9i1.2584
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.