SEMIOTIKA DALAM TAFSIR AL-QUR’ÃN

  • Gaffar A
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Semiotika, bila dikaitkan dengan al-Qur’ãn sebagai manuskrip teks (ayat-ayat), maka al-Qur’ãn adalah sebuah teks kitab suci yang dikemas dengan casing bahasa Arab yang merupakan  kode atau simbol yang mengandung dimensi makna yang berbilang (zũ wujũh). Oleh karena itu, al-Qur’ãn sebagai teks (ayat-ayat) yang berbahasa Arab merupakan rangkaian tanda-tanda yang memiliki berbagai dimensi makna (multiple meanings) yang dapat dikaji, dianalisis dan ditafsirkan dengan menggunakan pendekatan semiologi. Itulah sebabnya, maka al-Qur’ãn dalam ilmu semiotika, merupakan satuan-satuan dasar yang disebut dengan ayat (tanda). Tanda dalam al-Qur’ãn tidak hanya bagian-bagian terkecil dari unsur-unsurnya, seperti: huruf, kata (Arab disebut kalimat), dan kalimat (Arab disebut jumlah), tetapi totalitas struktur yang menghubungkan masing-masing unsur termasuk dalam kategori tanda-tanda al-Qur’ãn. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh wujud al-Qur’ãn adalah serangkain tanda-tanda yang memiliki arti (makna).

Cite

CITATION STYLE

APA

Gaffar, A. (2014). SEMIOTIKA DALAM TAFSIR AL-QUR’ÃN. TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 13(1), 1–24. https://doi.org/10.30631/tjd.v13i1.16

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free