Abstract
Semiotika, bila dikaitkan dengan al-Qur’ãn sebagai manuskrip teks (ayat-ayat), maka al-Qur’ãn adalah sebuah teks kitab suci yang dikemas dengan casing bahasa Arab yang merupakan kode atau simbol yang mengandung dimensi makna yang berbilang (zũ wujũh). Oleh karena itu, al-Qur’ãn sebagai teks (ayat-ayat) yang berbahasa Arab merupakan rangkaian tanda-tanda yang memiliki berbagai dimensi makna (multiple meanings) yang dapat dikaji, dianalisis dan ditafsirkan dengan menggunakan pendekatan semiologi. Itulah sebabnya, maka al-Qur’ãn dalam ilmu semiotika, merupakan satuan-satuan dasar yang disebut dengan ayat (tanda). Tanda dalam al-Qur’ãn tidak hanya bagian-bagian terkecil dari unsur-unsurnya, seperti: huruf, kata (Arab disebut kalimat), dan kalimat (Arab disebut jumlah), tetapi totalitas struktur yang menghubungkan masing-masing unsur termasuk dalam kategori tanda-tanda al-Qur’ãn. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh wujud al-Qur’ãn adalah serangkain tanda-tanda yang memiliki arti (makna).
Cite
CITATION STYLE
Gaffar, A. (2014). SEMIOTIKA DALAM TAFSIR AL-QUR’ÃN. TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 13(1), 1–24. https://doi.org/10.30631/tjd.v13i1.16
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.