Abstract
Dinamika pemilihan umum tahun 2024 terutama pemilihan presiden sudah dimulai pada tahun 2023. Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan dari 205 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT), terdapat 52% merupakan pemilih muda usia 17-40 tahun. Hal ini menjadi dasar pentingnya memahami karakteristik preferensi pemilih muda, khususnya jika dikaitkan dengan faktor geografis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memetakan pola distribusi ruang dan karakteristik pemilih muda berdasarkan faktor geografis; serta (2) mengidentifikasi pengaruh faktor geografis dalam menentukan preferensi pemilih muda dalam Pemilihan Presiden 2024. Data dikumpulkan secara simple random sampling berjumlah 425 sampel dengan sebaran wilayah seluruh Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan basis pengujian statistik dari proses pengumpulan data hingga analisis dan interpretasi data. Pengujian statistik menggunakan uji model komparatif (kruskal-wallis/h-test), hubungan (spearman rank), maupun pengaruh (regresi). Penelitian ini menghasilkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan, baik pemilih muda yang tinggal di daerah perdesaan (rural), perkotaan (urban), maupun perbedaan lokasi tempat tinggal berdasarkan regionalisasi wilayah.
Cite
CITATION STYLE
Agung Satriyo Nugroho, Pinta Ramadhan, K. M., & Pasaribu, D. (2024). Pengaruh Faktor Geografis dalam Preferensi Pemilih Muda pada Pemilihan Presiden 2024. Jurnal Spatial Wahana Komunikasi Dan Informasi Geografi, 24(1), 55–65. https://doi.org/10.21009/spatial.241.006
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.