Abstract
Madrasas as Islamic educational institutions must be free from bullying, after the issuance ofPermendikbudristek number 46 of 2023 which regulates the prevention and handling of violence within educational unitsin Indonesia. This research wants to know the efforts of madrasas in handling and preventing axes of violence or bullyingin the madrasa environment. The research was carried out using a qualitative approach with a case study type of research.The results of this research show that madrasah strategies in preventing and handling bullying are implemented throughthree curricular activities, namely Intracurricular, Co-curricular and Extracurricular activities. Prevention and handlingactivities in extracurricular activities include learning discipline, discipline in entering class on time, discipline in dressingneatly, discipline in completing school assignments, discipline in listening when the teacher explains, discipline in lining upneatly, discipline in obeying madrasa rules. Co-curricular activities include ceremonies, roll calls, and Dhuha and Dhuhurcongregations, while extra-curricular activities include scouts, various sports teams, and the arts. The prevention valuesthat are instilled are obedience, conformity and order. Barriers to prevention and treatment are uncertain start times foractivities, lateness, use of students' personal books (BPS), lateness, activeness, students' lack of interest. The solution isstudents' personal books, working together with the boarding school administrators, making a picket teacher schedule,holding outreach by the madrasa head to all teachers, and building competent activitiesMadrasah sebagai lembaga pendidikan Islam harus bebas dari bullying, setelah keluarnyaPermendikbudristek nomor 46 tahun 2023 yang mengatur tentang pencegahan dan penanganankekerasan dalam lingkungan satuan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini ingin mengetahui usahamadrasah dalam penanganan dan pencegahan aksis kekrasan atau bullying dilingkungan madrasah.Penelitian dialaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasilpenelitian ini menunjukan bahwa strategi madrasah dalam pencegahan dan penanganan bullyingdilaksanakan melalui tiga kegiatan kurikuler, yaitu kegiatan Intrakurikuler, Kokurikuler, danEkstrakurikuler. Kegiatan pencegahan dan penanganan dalam Intrakurikuler melalui pembiasaandisiplin belajar, disiplin masuk kelas tepat waktu, disiplin berpakaian rapi, disiplin menyelesaikan tugassekolah, disiplin mendengarkan ketika guru menjelaskan, displin berbaris dengan rapi, disiplin mentaatitata tertib madrasah. Kokurikuler melalui kegiatan upacara, apel, dan jamaah dhuha dan dhuhur,sedangkan dalam ekstrakurikuler melalui pramuka, pelbagai tim olahraga, dan kesenian. Adapun nilainilai pencegahan yang ditanamkan adalah adalah ketaatan, kepatuhan dan ketertiban. Hambatan dalampencegahan dan penanganan adalah waktu mulai kegiatan yang tidak menentu, keterlambatan,penggunaan buku pribadi siswa (BPS), terlambat, keaktifan, siswa kurang minat. Adapun solusinyaadalah buku pribadu siswa, bekerja sama dengan pengurus pondok, dibuatkan jadwal guru piket,diadakan sosialisasi oleh kepala madrasah ke seluruh guru, dan embina kegiatan yang berkompeten
Cite
CITATION STYLE
Raikhan. (2025). Pengembangan Kegiatan Kurikuler Sebagai Strategi Madrasah dalam Pencegahan dan Penanganan Bullying. Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(2), 150–155. https://doi.org/10.58518/darajat.v6i2.2047
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.