Abstract
Vitamin A adalah zat gizi yang paling penting. Salah satu upaya untuk membantu mengatasi masalah KVA pada masyarakat yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan produk pangan lokal atau jajanan. Pengembangan produk jajanan yang dapat dilakukan adalah pembuatan inovasi serabi. Serabi merupakan jajanan pasar tradisional yang berasal dari Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis organoleptik, daya terima, kadar β-karoten dan mutu SNI (kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar gula) pada produk serabi beras merah dengan penambahan puree labu kuning. Desain penelitian Eksperimental, dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor dan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari F1 = 50 gr, F2 = 40 gr F3 = 30 gr untuk tepung beras merah , F1 = 50 gr F2 = 60 gr , F3 = 70 gr untuk puree labu kuning. Hasil uji statistik untuk uji organoleptik terdapat perbedaan yang signifikan (p-value <0,05) pada indikator warna. Hasil uji hedonik tertinggi terdapat pada formula F3 dengan total presentase 88,82% (sangat suka). Hasil uji kadar β-Karoten tertinggi pada F3 sebesar 88,78 mg, kadar air tertinggi pada F2 sebesar 44,30%, kadar abu tertinggi pada F1 sebesar 2,84 %, kadar lemak tertinggi pada F3 sebesar 14,42 %, kadar gula tertinggi pada F3 sebesar 14,32 %, kadar protein tertinggi pada F2 sebesar 4,32 %, kadar karbohidrat tertinggi pada F1 sebesar 34,67 %. Penelitian ini menunjukkan serabi beras merah dengan penambahan puree labu dapat diterima oleh masyarakat.
Cite
CITATION STYLE
Putri, D. A., & Fadhilah, T. M. (2023). PENAMBAHAN PUREE LABU KUNING (Cucurbita moschatta duch) DALAM PEMBUATAN SERABI BERAS MERAH (Oryza nivara). ARGIPA (Arsip Gizi Dan Pangan), 8(2), 153–161. https://doi.org/10.22236/argipa.v8i2.12494
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.