Studi Kasus Covid-19 Akibat Kerja

  • Anna Suraya
  • Zulfikli Dharma
  • Putri Tresnasari
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menjadi penyebab Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan pajanan biologis di fasilitas kesehatan, di mana perawat, dokter, serta petugas medis maupun nonmedis lainnya menjadi kelompok pekerja yang rentan tertular Covid-19 saat bekerja. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran penerapan tujuh langkah diagnosis okupasi pada tiga kasus Covid-19 yang terjadi pada tenaga kesehatan. Kasus pertama adalah Covid-19 pada perawat ICCU yang terbukti mengalami kontak dengan pasien Covid-19 saat bertugas kurang dari 14 hari sebelumnya. Kasus kedua merupakan kasus Covid-19 pada dokter yang terjadi akibat penularan di rumah tangga, dan kasus ketiga adalah kasus Covid-19 pada dokter UGD yang merawat pasien Covid-19 beberapa hari sebelum munculnya gejala. Kasus ini merupakan kasus fatalitas yang mendapatkan kompensasi dari BPJS Ketenagakerjaan. Penegakkan diagnosis okupasi sangat penting karena dapat menjadi umpan balik atau evaluasi terhadap tindakan pencegahan yang sudah dilakukan di tempat kerja. Adanya penyakit akibat kerja (PAK) di kalangan pekerja merupakan sinyal diperlukannya peningkatan perlindungan bagi pekerja.

Cite

CITATION STYLE

APA

Anna Suraya, Zulfikli Dharma, Putri Tresnasari, Putri Dwi Ginanti, & Fani Syafani. (2021). Studi Kasus Covid-19 Akibat Kerja. MEDICINUS, 34(2), 45–50. https://doi.org/10.56951/medicinus.v34i2.69

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free