Menumbuhkan Konsep Diri Positif melalui Konseling Kelompok Realitas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak di Kota Kupang

  • Naisanu M
  • Loban M
  • Malelak E
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Remaja yang terlibat dalam aktivitas kriminal dan diharuskan menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan anak dapat mengalami perubahan pandangan yang negative terhadap diri mereka sendiri. Keterbatasan peluang untuk berkembang dan beradaptasi seperti halnya individu pada umumnya dapat menyebabkan remaja yang menjalani masa tahanan merasa terpinggirkan oleh lingkungan sekitarnya, sehingga mengakibatkan pembentukan konsep diri yang cenderung negatif. Konseling kelompok realitas dengan pendekatan WDEP (Want, ,Doing and Direction, Self Evaluation, Planning ) sistem dapat digunakan sebagai alternative untuk menumbuhkan konsep diri yang positif yaitu dengan memberikan pemahaman kepada individu agar individu mampu memberikan penilaian terhadap diri sendiri secara positif. Hasil dari konseling kelompok realitas yaitu peserta memperoleh wawasan untuk membentuk konsep diri positif yang dapat dikembangkan dalam kehidupannya sebagai warga binaan di LPKA di Kota Kupang. Ketercapaian tujuan kegiatan ini dapat dilihat pada kemampuan peserta dalam menggunakan pendekatan konseling praktis dan perubahan cara pandang konsep diri kearah yang lebih positif.

Cite

CITATION STYLE

APA

Naisanu, M. F., Loban, M. N., Malelak, E. O., Taneo, J., & Yohanes, F. (2024). Menumbuhkan Konsep Diri Positif melalui Konseling Kelompok Realitas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak di Kota Kupang. I-Com: Indonesian Community Journal, 4(1), 455–466. https://doi.org/10.33379/icom.v4i1.4094

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free