Abstract
Pemberian ASI Eksklusif yang belum diperoleh oleh seluruh balita di Indonesia sejalan dengan adanya masalah stunting yang lebih dari 20%. Pemerintah telah menetapkan lokasi khusus (lokus) stunting di setiap kabupaten/kota untuk prioritas pencegahan stunting. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengatasi masalah stunting. Salah satu upaya yang sebaiknya dilakukan adalah seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan yaitu menyelenggarakan workshop Konseling Menyusui bagi tenaga kesehatan dan kader kesehatan dari seluruh desa lokus stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petugas kesehatan dan tokoh masyarakat saat mendampingi ibu menyusui dalam memberikan ASI kepada bayi. Peranan tenaga kesehatan dan kader kesehatan yang terampil sangat besar terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Metode kegiatan dilakukan dengan penyuluhan interaktif menggunakan media penyuluhan audio visual, roleplay, dan studi kasus. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dimana seluruh peserta merasa materi ini penting dan sesuai dengan kebutuhan di masyarakat. Selain itu, hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan konseling menyusui yang dilihat saat kegiatan roleplay. Selanjutnya, perlu diaktifkan kembali meja empat yaitu meja penyuluhan di Posyandu agar dapat memberikan evaluasi dan edukasi kepada ibu bayi terhadap hasil pemantauan pertumbuhan bayi.agar dapat mencegah dan melakukan deteksi dini stunting.
Cite
CITATION STYLE
Juherman, Y. N. (2022). Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan Melalui Workshop Konseling Menyusui Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Lokasi Khusus (Lokus) Stunting Kabupaten Lampung Selatan. Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(4), 68–73. https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v1i4.314
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.