Abstract
Tradisi massompe’ atau merantau merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan yang turut membentuk pola mobilitas dan pemilihan moda transportasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku perjalanan dan preferensi moda transportasi masyarakat Bugis perantau berdasarkan karakteristik demografis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui survei terhadap 300 responden dari lima wilayah konsentrasi Bugis: Barru, Parepare, Pinrang, Sidenreng Rappang, dan Enrekang. `we`asil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia produktif dengan distribusi gender yang relatif seimbang. Moda transportasi darat seperti mobil pribadi (40,3%) dan sepeda motor (31%) menjadi pilihan utama karena fleksibilitas dan efisiensi. Tujuan perjalanan didominasi oleh kebutuhan bekerja (49,3%) dan pendidikan (36%), sementara alasan sosial-budaya seperti silaturahmi hanya 15,3%. Faktor demografi seperti usia, pendapatan, dan asal domisili berpengaruh signifikan terhadap pilihan moda. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan transportasi yang kontekstual dan inklusif perlu mempertimbangkan budaya lokal dan kondisi sosial-ekonomi, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat perantau di wilayah Indonesia Timur.
Cite
CITATION STYLE
Sherina Tahir, D., Hakzah, H., & Andriyani. (2025). Perilaku Perjalanan dan Pemilihan Moda Transportasi Berdasarkan Data Demografi Masyarakat Sulawesi Selatan. Jurnal Konstruksi, 23(2), 793–801. https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.23-2.2639
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.