Peran Kepala Sekolah dalam Coaching Model Tirta pada Pelaksanaan Supervisi Guru

  • Oktavia Indah Permata Sary
  • Wahyu Wulandari
N/ACitations
Citations of this article
129Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan coaching oleh Kepala Sekolah dan coaching model TIRTA (Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi, Tanggungjawab) pada pelaksanaan Supervisi di TK PL Don Bosko Semarang. Jenis peneitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain pendekatan fenomenologi. Dari hasil penelitian terungkap bahwa Pelaksanaan coaching di TK PL Don Bosko terjadi setelah Kepala Sekolah selesai melaksanakan supervisi. Supervisi dilaksanakan minimal dalam satu tahun ajaran sebanyak 2 kali dalam tiap semester. Para guru menentukan tanggal supervisi berdasarkan kesepakatan sesuai dengan  kesiapan masing-masing guru. Persiapan supervisi dibagi menjadi dua yaitu supervisi pembelajaran dan supervisi administrasi. Coaching model TIRTA (Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi, Tanggungjawab) adalah model yang dikembangkan dengan semangat merdeka mengajar. Tujuan dilakukan coaching adalah untuk memmahami dan mendalami potensi guru agar lebih baik. Melalui praktik model TIRTA diharapkan Kepala Sekolah dapat melakukan komunikasi dengan guru lebih mudah sehingga potensi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dapat tergali dengan baik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Oktavia Indah Permata Sary, & Wahyu Wulandari. (2022). Peran Kepala Sekolah dalam Coaching Model Tirta pada Pelaksanaan Supervisi Guru. Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 2(1), 96–101. https://doi.org/10.57251/ped.v2i1.373

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free