Abstract
Secara historis perkembangan teknologi satelit di Indonesia mulai sejak diluncurkannya program satelit PALAPA. Program tersebut mengukuhkan Indonesia menjadi satu Negara berkembang pertama di dunia dan negara ke tiga didunia yang menggunakan teknologi satelit untuk keperluan komunikasi nasional komersial setelah Amerika Serikat dan Kanada. Secara faktual ada enam (6) persoalan yang dihadapi Indonesia dalam bidang antariksa. Salah satunya adalah bagaimana dengan pemanfaatan geografi Indonesia sebagai tempat peluncuran satelit yang bisa berdampak pada konstelasi Politik dan keamanan kawasan dan ekonomi nasional. Tulisan ini menjelaskan secara khusus dampak politik pembangunan Peluncuran di pulau Biak, Papua. Hasilnya adalah pembangunan bandar antariksa di Pulau Biak Numfor akan menciptakan Balancing Power dengan Hadirnya investor (Rusia, China dan negara lainnya) dapat menjadikan penyeimbang kekuatan terhadap perusahaan asing di Papua (PT. Freeport) (USA dan Australia). Di samping itu juga terdapat Deterrence Power dalam penguasaan tehnologi peluncuran satelit serta pengembangan dan penelitian satelit bagi Lapan. Selain itu, dari sisi ekonomi, Kesejahteraan Papua akan meningkat melalui mega proyek peluncuran satelit di Biak.
Cite
CITATION STYLE
Priyono, S. (2020). Perspektif Politik dan Keamanan Pembangunan Pusat Peluncuran dan Penyelenggraan Satelit dalam Kerangka Kemandirian Nasional. In Prosiding Seminar Nasional 2017 Pusat Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa-LAPAN: Kebijakan dan Regulasi Kegiatan Penerbangan dan Antariksa menuju Kemandirian Nasional (pp. 97–103). In Media. https://doi.org/10.30536/p.sinaskpa.ii.10
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.