Implementasi Sistem Zonasi Pada Program Penerimaan Peserta Dididik Baru (PPDB): Studi Kasus SMAN 2 Pekanbaru

  • Akhyar Y
N/ACitations
Citations of this article
120Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia adalah melaksanakan program pemerataan pendidikan melalui beberapa kebijakan, salah satunya adalah kebijakan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) melalui sistem zonasi.Penelitian ini bertujan memahami implementasi penerapan sistem zonasi dalam Program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 2 Pekanbaru. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem zonasi di SMAN 2 Pekanbaru telah berhasil mengurangi ketimpangan akses pendidikan antara sekolah favorit dan non-favorit, tetapi juga menimbulkan beberapa masalah. Ketidakpuasan orang tua dan siswa terkait penerimaan berdasarkan jarak, ketimpangan fasilitas antar sekolah, dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang kebijakan ini adalah masalah utama. Sementara sekolah di pinggiran memiliki fasilitas yang lebih baik dibandingkan dengan sekolah di pusat kota, batasan zonasi membuat beberapa siswa berprestasi tidak dapat diterima di sekolah yang mereka pilih.

Cite

CITATION STYLE

APA

Akhyar, Y. (2024). Implementasi Sistem Zonasi Pada Program Penerimaan Peserta Dididik Baru (PPDB): Studi Kasus SMAN 2 Pekanbaru. Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 105–118. https://doi.org/10.70437/edusiana.v2i1.526

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free