Abstract
Pemanfaatan umbi gadung sebagai pangan alternatif memiliki keterbatasan dikarenakan adanya kandungan sianida yang dapat menyebabkan keracunan. Kandungan sianida berbentuk glikosida sianogenik yang dapat terhidrolisis secara enzimatis membentuk senyawa asam sianida (HCN). Jumlah kandungan sianida pada umbi gadung rata-rata sekitar 362 ppm, sedangkan batas aman konsumsi kadar asam sianida, yaitu ≤ 10 ppm. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar asam sianida pada umbi gadung melalui proses ekstraksi maserasi dengan kombinasi pelarut Natrium Bikarbonat (NaHCO₃) dan Natrium Klorida (NaCl) sehingga sesuai dengan standar World Health Organization (WHO). Ekstrak umbi Gadung diperoleh dari ekstraksi maserasi selama 30 menit pada masing-masing pelarut. Metode pengujian asam sianida pada umbi Gadung meliputi Titrimetri, Spektrofotometri, dan Organoleptik. Kombinasi konsentrasi Natrium Bikarbonat (NaHCO₃) dan Natrium Klorida (NaCl) yang tinggi dapat berpengaruh untuk menurunkan kadar asam sianida pada umbi gadung. Kadar asam sianida yang awalnya sebesar 47,02 mg/kg dapat diturunkan dengan kombinasi konsentrasi terbaik (10:15)%, dimana hasil analisis pada titrimetri sebesar 9 mg/kg sedangkan pada spektrofotometri sebesar 9,5 mg/kg. Hal tersebut menunjukkan bahwa kadar asam sianida dapat diturunkan sebesar 80-81% sehingga kadar tersebut telah memenuhi standar World Health Organization (WHO).
Cite
CITATION STYLE
Nazua, H., Ainurrohmah, S., Saputro, E. A., & Triana, N. W. (2025). Penurunan Kadar Asam Sianida (HCN) pada Umbi Gadung (Dioscorea Hispida Dennst) Melalui Proses Ekstraksi dengan Kombinasi Konsentrasi NaHCO₃ dan NaCl. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 1091–1099. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v8i2.802
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.