Abstract
Stunting is one of the chronic malnutrition problems among children under two years of age (Baduta). The Indonesian government has made various efforts to provide additional food and additional medicine but has not provided optimal results. This study aims to describe the profile of anemia and inflammatory markers in children under two years of age who experience stunting. This study is a descriptive cross-sectional study that obtained 85 stunted toddlers with various possible underlying diseases using cluster sampling and consecutive sample data collection techniques. The study was conducted at the Palabuhanratu Regional General Hospital (RSUD) Laboratory, Sukabumi Regency, with blood samples obtained from stunted children in the Palabuhanratu and Cisaat areas. Data collection by interview, anthropometric measurements, hematology and inflammatory marker examinations, iron level examinations, and ferritin levels. Research results: suspected thalassemia (20%), iron deficiency anemia (17%), chronic disease anemia (12%), suspected TB (10%), suspected intestinal inflammation (14%), suspected allergic proctocolitis (10%), suspected helminthiasis (11%), and other bacterial infections (7%). There are various causes of anemia and the quality of comorbid diseases in stunted children. Examination of anemia profiles and inflammatory markers is recommended in primary health facilities to determine the type of anemia and comorbid diseases in stunted toddlers. Hematology analysis and chemistry analysis tools need to be provided in primary health facilities.Stunting adalah salah satu masalah kekurangan gizi kronik di kalangan anak-anak umur di bawah dua tahun (Baduta). Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya pemberian makanan tambahan dan obat tambahan, tetapi belum memberikan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan profil anemia dan penanda inflamasi pada anak di bawah dua tahun yang mengalami stunting. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional, didapatkan 85 anak baduta stunting dengan berbagai kemungkinan penyakit yang mendasarinya dengan teknik pengambilan data cluster sample dan consecutive sample. Penelitian dilakukan di Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi dengan sampel darah yang diperoleh dari anak-anak stunting di wilayah Palabuhanratu dan Cisaat. Pengumpulan data dengan cara wawancara, pengukuran antropometri, pemeriksaan hematologi dan penanda inflamasi, pemeriksaan kadar zat besi, serta kadar ferritin. Hasil penelitian: dugaan Thalassemia (20%), anemia defisiensi zat besi (17%), anemia penyakit kronis (12%), dugaan TB (10%), dugaan Inflammatory Bowel Diseases (14%), dugaan proctocolitis allergy (10%), dugaan Helminthiasis (11%), dan infeksi bakteri lainnya (7%). Terdapat berbagai macam penyebab anemia dan kecurigaan penyakit penyerta pada anak stunting. Pemeriksaan profil anemia dan penanda inflamasi dianjurkan di fasilitas kesehatan primer untuk menentukan jenis anemia dan penyakit komorbid pada baduta stunting. Alat hematology analyzer dan kimia analyzer perlu disediakan di fasilitas kesehatan primer.
Cite
CITATION STYLE
Bayusantika Ristandi, R. B., Budiailmiawan, L., & Lismayanti, L. (2025). PROFIL ANEMIA DAN PENANDA INFLAMASI SEBAGAI DETEKSI DINI PENYAKIT PENYERTA PADA ANAK-ANAK STUNTING DI BAWAH UMUR DUA TAHUN DI KABUPATEN SUKABUMI. Creative Research Journal, 11(01), 11–24. https://doi.org/10.34147/crj.v11i01.390
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.