Abstract
Pendidikan sebagai jembatan dan upaya penitipan kebudayaan diharapkan dapat membantu pelestarian kebudayaan bahasa daerah di sekolah. Oleh karena itu, bahasa daerah menjadi salah satu mata pelajaran muatan lokal yang dipelajari di tingkat sekolah. Realita yang terjadi adalah adanya kesenjangan komunikasi antar generasi dalam berbicara bahasa Sunda yang dapat dikatakan sangat mengkhawatirkan. Hal ini menjadi salah satu kesulitan guru dalam memberikan pembelajaran bahasa Sunda kepada siswa sehingga guru harus menjelaskan materi bahasa Sunda dengan cara menerjemahkan ulang materi yang diajarkan menggunakan bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas rendah dengan menerapkan model Narasikom (Pengenalan, Eksplorasi, Interpretasi, dan Komunikasi) kelas III SDN Ciawi 01 Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dan teknik analisis data yang digunakan ialah mixed method (kualitatif dan kuantitatif). Temuan yang diperoleh di lapangan berdasarkan hasil akhir siklus diperoleh sebanyak 82.14% dikatakan tuntas. Berdasarkan hasil penerapan tersebut disimpulkan penggunaan model Narasikom dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam menggunakan bahasa Sunda.
Cite
CITATION STYLE
Prasetyo, T., Humaira, M. A., Maryani, N., & Nurazizah, R. (2022). Model Narasikom: Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Sunda Siswa Kelas Rendah. DIDAKTIKA TAUHIDI: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 9(2), 211–222. https://doi.org/10.30997/dt.v9i2.6910
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.