Abstract
Pendahuluan Anemia pada masa kehamilan adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil <11 gr% pada trimester pertama dan ketiga, sedangkan pada trimester kedua kadar hemoglobin <10,5 gr%. Implikasi bagi ibu hamil dengan anemia ialah abortus, perdarahan saat melahirkan, bayi berat lahir rendah (BBLR), cacat bawaan, bayi mudah terinfeksi dan rentan menderita gizi buruk. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Mandrehe Kabupaten Nias Barat. Metode menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 140 orang ibu hamil, dengan jumlah sampel sebanyak 104 orang ibu hamil. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proportional random sampling. Teknik analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan anemia dengan p-value 0,008; ada hubungan antara pola makan dengan anemia anemia dengan p-value 0,007; ada hubungan antara paritas dengan anemia anemia dengan p-value 0,012; dan ada hubungan antara kepatuhan komsusi tablet tambah darah (TTD) dengan anemia dengan p-value 0,00. Kesimpulan Petugas kesehatan diharapkan untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil agar melakukan kunjungan ANC selama kehamilan. Dengan demikian petugas kesehatan dapat memantau pola makan, paritas, dan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah.
Cite
CITATION STYLE
Jairani, E. N., Gulo, N., Purba, T. H., Demitri, A., & Yulita, Y. (2023). Faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Mandrehe Kabupaten Nias Barat. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 42–48. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i5-si.367
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.