Abstract
Tetranychus kanzawai Kishida (Tetranychidae) merupakan salah satu tungau hama paling penting di Indonesia. Tungau ini dikenal sebagai hama pada berbagai komoditi pertanian, termasuk ubi kayu. Neoseiulus longispinosus Evans (Phytoseiidae) merupakan salah satu tungau predator lokal yang banyak ditemukan pada tanaman terserang T. kanzawai. Tungau predator ini mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai agen pengendalian hayati T. kanzawai. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kepadatan populasi dan waktu efektif pelepasan N. longispinosus untuk pengendalian T. kanzawai pada tanaman ubi kayu. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca. Tanaman yang digunakan adalah ubi kayu kultivar Mentega. Tungau hama, T. kanzawai, diinfestasikan pada tanaman ubi kayu berumur 2 minggu setelah tanam (MST) dengan kepadatan populasi 5 imago betina/tanaman. Tungau predator diintroduksikan dengan rasio predator:mangsa 0:5, 1:5, 2:5, dan 3:5, pada satu, dua, dan tiga minggu setelah infestasi T. kanzawai. Populasi T. kanzawai dan N. longispinosus, serta tingkat kerusakan tanaman dihitung pada 6 MST. Pelepasan predator N. longispinosus dapat menurunkan populasi T. kanzawai dengan penekanan paling tinggi pada interaksi rasio 3:5 dan waktu pelepasan satu minggu setelah infestasi T. kanzawai. Tidak ada pengaruh signifikan pelepasan predator N. longispinosus pada berbagai rasio dan waktu pelepasan terhadap intensitas serangan T. kanzawai pada tanaman ubi kayu.Kanzawa spider mite, Tetranychus kanzawai Kishida (Tetranychidae) is one of the most important pest mite in Indonesia. This mite is known as the pest of many crops, including cassava. Neoseiulus longispinosus Evans (Phytoseiidae) is a predatory mite commonly found on plant infested by kanzawa spider mite. This predatory mite has high potential to be developed as biological control agent of T. kanzawai. The aim of this research is to elucidate the effective density and release time of N. longispinosus to control T. kanzawai on cassava. The research was conducted in the greenhouse, using cassava of Mentega cultivar. T. kanzawai were introduced into the cassava plants two weeks after planting, with density 5 female adults/plants. N. longispinosus were introduced 1, 2, and 3 weeks after T. kanzawai introduction with predator:prey ratio of 0:5, 1:5, 2:5, dan 3:5, respectively. Population of T. kanzawai and N. longispinosus, and also plant damage were observed at 6 weeks after planting. N. longispinosus could suppress T. kanzawai population and the highest suppression occurred at the interaction between 3:5 ratio and the release time at one week after T. kanzawai infestation. There was no significant effect of N. longispinosus release at various release ratio and time on attack intensity of T. kanzawai.
Cite
CITATION STYLE
Putri, N. K., Nurmansyah, A., & Santoso, S. (2021). Kepadatan populasi dan waktu efektif pelepasan tungau predator Neoseiulus longispinosus Evans untuk pengendalian Tetranychus kanzawai Kishida. Jurnal Entomologi Indonesia, 18(3), 207. https://doi.org/10.5994/jei.18.3.207
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.