Abstract
Kotoran ayam adalah bahan organik yang kaya akan nutrisi dan dapat difermentasi menggunakan mikroba tertentu untuk memecah senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Proses fermentasi ini meningkatkan ketersediaan nutrisi yang mudah diserap oleh organisme akuatik seperti Daphnia sp., yang dapat memanfaatkannya untuk pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai perlakuan nutrien terhadap pertumbuhan dan dinamika populasi Daphnia sp. Tiga perlakuan diuji, yaitu kotoran ayam tanpa fermentasi (A), kotoran ayam difermentasi dengan EM4 (B), dan kotoran ayam difermentasi dengan ragi tape (C), masing-masing dengan empat ulangan. Sebanyak 100 g kotoran ayam difermentasi selama 3 hari sebelum digunakan sebagai media pemeliharaan Daphnia sp. Pemeliharaan dilakukan selama 12 hari pada media air bersih sebanyak 2 liter per toples dengan kepadatan awal 50 individu/L. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan populasi harian dan waktu pencapaian puncak populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B (EM4) memberikan laju pertumbuhan populasi yang lebih tinggi secara signifikan (P < 0,05), meskipun waktu pencapaian puncak populasi tidak berbeda nyata antar perlakuan (P > 0,05). Parameter kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran layak bagi pertumbuhan Daphnia sp. Dengan demikian, fermentasi kotoran ayam menggunakan EM4 berpotensi meningkatkan efisiensi pertumbuhan populasi Daphnia sp. Kata kunci: Daphnia sp., pertumbuhan populasi, fermentasi, EM4, kotoran ayamChicken manure is an organic material rich in nutrients and can be fermented using specific microbes to break down complex compounds into simpler forms. This fermentation process enhances the availability of nutrients that are more easily absorbed by aquatic organisms such as Daphnia sp., supporting their growth. This study aimed to evaluate the effect of different nutrient treatments on the growth and population dynamics of Daphnia sp. Three treatments were tested: unfermented chicken manure (A), chicken manure fermented with EM4 (B), and chicken manure fermented with yeast (C), each with four replications. A total of 100 g of chicken manure was fermented for three days before being used as a culture medium for Daphnia sp. The cultivation of Daphnia sp. lasted for 12 days in 2 liters of clean water per container, with an initial density of 50 individuals/L. Parameters observed included daily population growth and the timing of peak population. The results showed that treatment B (chicken manure fermented with EM4) produced a significantly higher population growth rate (P < 0.05). Meanwhile, the peak population of Daphnia sp. was observed simultaneously on day 9 across all treatments, based on descriptive observations. The population began increasing from the first day after stocking, peaked on day 9, and then declined until day 12 (end of the study). Water quality parameters during the study remained within a suitable range for Daphnia sp. growth. Therefore, fermentation of chicken manure using EM4 has the potential to improve the efficiency of Daphnia sp. population growth.
Cite
CITATION STYLE
Salsabil, N. K., & Irfan, I. (2025). Pertumbuhan dan Dinamika Populasi Daphnia sp. pada Berbagai Sumber Nutrien Fermentasi. Torani Journal of Fisheries and Marine Science, 9(1), 28–37. https://doi.org/10.35911/torani.v9i1.43762
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.