Pemikiran Filsuf Barat Dan Islam Terhadap Konsep Dinamika Gerak

  • Saputra H
N/ACitations
Citations of this article
125Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Gerak merupakan fenomena esensial pada segala sesuatu yang mewaktu, dalam hal ini apa pun yang termasuk dalam maujud material adalah identik dengan gerak itu sendiri. Namun, di dalam istilah filsafat, gerak mempunyai pengertian yang lebih luas, akan tetapi, harus diperhatikan bahwa di dalam istilah filsafat, tidak semua perubahan dapat disebut gerak. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk membahas pemikiran tokoh falsafat barat dan islam terhadap fenomena dinamika gerak dan implikasinya dalam pembelajaran fisika. Selanjutnya, akan dibahas bagaimana menyinergikan antara pemikiran sains dan islam. Metodologi penulisan artikel ini berdasarkan hasil kajian literatur sebelumnya yang relevan. Pemikiran filsuf barat dan islam pada pola berfikir mereka yang menjelaskan tentang fenomena gerak yang terjadi di tatanan alam semesta ini. Dapat dikatakan bahwa semua realitas pada dasarnya adalah dinamis. Karena selalu ada perubahan baik itu dipengaruhi faktor eksternal maupun bergerak dengan sendirinya. Terkait hubungan sains dan Islam berkaitan dengan alam dapat dipandang dalam dua hal, Pertama, Sains dalam kacamata alam sebagai kesatuan tunggal dengan segala bagiannya saling terkait satu sama lain. Kedua. Sains dimaksudkan untuk mendorong baik saintis maupun filsuf untuk merenungkan alam sebagai ciptaan Tuhan

Cite

CITATION STYLE

APA

Saputra, H. (2018). Pemikiran Filsuf Barat Dan Islam Terhadap Konsep Dinamika Gerak. Jurnal Filsafat Indonesia, 1(2), 57. https://doi.org/10.23887/jfi.v1i2.13990

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free