Abstract
Sejak tahun 2015 impor daging kerbau beku dari India telah mulai masuk ke Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat, sebagai upaya memenuhi kebutuhan pasar di wilayah pertokoan modern di Kota Lombok. Harga daging kerbau beku yang relative murah, menyebabkan pemasaran meluas ke wilayah Lombok Timur khususnya pasar tradisional Aikmel, yang yang berjarak sekitar 72 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kontaminasi bakteri Salmonella spp. pada daging kerbau beku kemasan asal India yang dijual di Pasar Aikmel. Sampel penelitian berupa daging kerbau yang berasal dari 10 penjual yang masing-maing seberat 100 gram. Kemudian dilakukan isolasi dan identifikasi .Isolasi bakteri dilakukan dengan menggunakan media selektif yaitu Xylose Lysine Deoxycholate, pewarnaan Gram, Uji Biokimia yang meliputi Uji Triple Sugar Iron Agar, Indole, Methyl Red, Voges Proskauer, Citrat dan uji Urease. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel daging kerbau beku yang dipasarkan di pasar Aikmel 9 sampel dari 10 sampel daging kerbau (90%) menunjukkan adanya cemaran Salmonella spp. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka perlu adanya peningkatan pengawasan pemerintah setempat terhadap tatacara penjualan daging kerbau beku dari India.
Cite
CITATION STYLE
Abrori, Muh. M. L., Mahatmi, H., & Sudipa, P. H. (2022). Kualitas Daging Kerbau Beku Asal India Ditinjau dari Cemaran Salmonella spp. di Pasar Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Buletin Veteriner Udayana, 644. https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i06.p06
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.