Abstract
Abstrak Dewasa ini kondisi masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan terutama mengenai kepedulian lingkungan. Salah satu bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yakni pengelolaan sampah yang baik dan benar. Permasalahan pengelolaan sampah di Kabupaten Banggai disebabkan oleh beberapa factor, antara lain: volume sampah yang semakin meningkat setiap tahunnya dan partisipasi masyarakat yang masih rendah dalam hal pengelolaan sampah. Hal ini menjadi perhatian besar baik bagi dosen dan mahasiswa KKN Tematik Desa Membangun Periode II Universitas Negeri Gorontalo Tahun 2021 untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dalam rangka membangun desa sehat, bersih dan mandiri sebagai upaya mewujudkan desa peduli lingkungan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan selama 30 hari dimulai tanggal 20 September 2021-31 Oktober 2021 di Desa Tintingan , Kecamatan Pagimana dengan jumlah peserta KKN sebanyak 10 orang. Adapun tahapan kegiatan yang dilaksanakan antara lain, observasi lapangan, survey, diskusi dan wawancara untuk mengkaji keadaan/ kondisi desa, pelaksanaan sosialisasi dan FGD bersama masyarakat untuk menetapkan program pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan, Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat yakni pembuatan 6 Tong Sampah Sampah, pelatihan pengolahan sampah menggunakan metode Ecobrick serta pengadaan pamphlet “Peduli Sampah” dan monitoring evaluasi. Target program ini yaitu meningkatnya partisipasi masyarakat dalam melakukan pengolahan sampah, dimana masyarakat sudah mampu/berdaya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan mandiri di Kecamatan Pagimana. Hasil evaluasi program menunjukkan sebanyak 80% masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kata Kunci : Lingkungan; Sampah; Ecobrick Abstrack Today, the condition of the Indonesian people is very concerning, especially regarding environmental concerns. One form of community concern for the environment is proper and proper waste management. The problem of waste management in Banggai Regency is caused by several factors, including: the volume of waste is increasing every year and community participation is still low in terms of waste management. This is a big concern for both lecturers and students of the Village Thematic KKN Building Period II Gorontalo State University in 2021 to empower the community in order to build a healthy, clean and independent village as an effort to realize an environmentally friendly village. Community Service Activities are carried out for 30 days starting on September 20, 2021-October 31, 2021 in Tintingan Village, Pagimana District with a total of 10 KKN participants. The stages of the activities carried out include, field observations, surveys, discussions and interviews to assess village conditions/conditions, implementation of socialization and FGDs with the community to determine community service programs to be implemented, Implementation of community empowerment namely the manufacture of 6 Trash Cans, training on processing waste using the Ecobrick method as well as the procurement of “Peduli Waste” pamphlets and monitoring evaluations. The target of this program is to increase community participation in waste processing, where the community is capable/empowered in creating a clean, healthy and independent environment in Pagimana District. The results of the program evaluation showed as many as 80% of the community participated in this community service activity.Keywords: Environment; Rubbish; Ecobricks
Cite
CITATION STYLE
Nurfadillah, A. R., & S. Lalu, N. A. (2022). COMMUNITY EMPOWERMENT IN BUILDING CLEAN, HEALTHY AND INDEPENDENT VILLAGES TO REALIZE A VILLAGE THAT CARES FOR THE ENVIRONMENT. JPKM : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 3(1), 76–85. https://doi.org/10.37905/jpkm.v2i2.13593
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.