Abstract
Increase in maternal KPS in Indonesia which carried out antenatal care from 95.2% to 96.1%, the ideal proportion of k1 from 81.3% to 86%, the proportion of antenatal care (k4) from 70% to 74.1% while the proportion of deliveries in health facilities from 66.7% to 79.3% (Riskesdas 2013). The purpose of this study was to determine the ANC visit to prabumulih city market health centers in 2019. This study used an Analytical Survey using the Cross Sectional approach. The population of this research is 54 pregnant women with trimester III gestational age. The sample is 54 respondents. In the univariate analysis it was found that respondents who were at risk were 33 respondents (61.1%) and respondents who were not at risk were 21 respondents (38.9%). High risk parity was 35 respondents (64.8%) and low risk parity was 19 respondents (35.2%). Highly educated as many as 41 respondents (75.9%) and low as many as 13 respondents (24.1%). Good knowledge as many as 43 respondents (79.6%) and less well as many as 11 respondents (20.4%). Bivariate analysis shows that maternal age has a significant relationship with antenatal care visits (p value 0.002), maternal parity has a significant relationship with antenatal care visits (p value 0,000), maternal education has a significant relationship with antenatal care visits (p value 0,000) and Knowledge Mother has a significant relationship with antenatal care visits (p value 0,000). The conclusion of this study is that there are factors that are associated with antenatal car.Peningkatan KPS Ibu di Indonesia yang melakukan pemeriksaan kehamilan dari 95,2% menjadi 96,1%, proporsi k1 ideal dari 81,3% menjadi 86%, proporsi pemeriksaan kehamilan (k4) dari 70% menjadi 74,1% sedangkan proporsi persalinan di fasilitas kesehatan dari 66,7% menjadi 79,3% (Riskesdas 2013). Tujuan penelitian adalah mengetahui yang berhubungan dengan kunjungan ANC di puskesmas pasar kota prabumulih tahun 2019. Penelitian ini menggunakan Survey Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan ibu hamil dengan usia kehamilan trimester III yang berjumlah 54 orang. Sampel berjumlah 54 responden. Pada analisa univariat didapatkan responden yang usia beresiko 33 responden (61,1%) dan responden yang usia tidak beresiko sebanyak 21 responden (38,9%). Paritas risiko tinggi sebanyak 35 responden (64,8%) dan paritas risiko rendah sebanyak 19 responden (35,2%). Berpendidikan tinggi sebanyak 41 responden (75,9%) dan rendah sebanyak 13 responden (24,1%). Berpengetahuan baik sebanyak 43 responden (79,6%) dan kurang baik sebanyak 11 responden (20,4%). Analisa Bivariat menunjukkan Usia Ibu mempunyai hubungan yang bermakna dengan kunjungan antenatal care (p value 0,002), Paritas Ibu mempunyai hubungan yang bermakna dengan kunjungan antenatal care (p value 0,000), Pendidikan Ibu mempunyai hubungan yang bermakna dengan kunjungan antenatal care (p value 0,000) dan Pengetahuan Ibu mempunyai hubungan yang bermakna dengan kunjungan antenatal care (p value 0,000). Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care di puskesmas.
Cite
CITATION STYLE
Anggriani, G. (2020). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Antenatal Care Ibu Hamil di Puskesmas. Citra Delima Scientific Journal of Citra Internasional Institute, 4(1), 28–35. https://doi.org/10.33862/citradelima.v4i1.101
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.