Kajian Historis Tentang Gamelan Ketug Bumi

  • Santosa H
N/ACitations
Citations of this article
35Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Gamelan Ketug Bumi merupakan gamelan baru yang lahir pada tahun 2015 atas prakarsa I Gede Arya Sugiartha yang telah berkembang sedemikian rupa. Sebagai gamelan baru, tentulah belum banyak orang yang menuliskannya dalam berbagai kajian baik seni, musikologi, maupun kajian lainnya. Oleh karenanya penulis mencoba untuk menulisnya dalam sebuah kajian historis. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menegaskan bahwa dalam setiap peristiwa yang terjadi pada saat sekarang adalah sebuah rangkaian dari peristiwa-peristiwa masa lampau, seperti halnya gamelan Ketug Bumi yang dapat diurut pekembangan dan perubahannya dari peristiwa masa lampau. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yaitu berupa heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Heuristik dilakukan terhadap dokumen masa kini berupa Surat Keputusan Staf Produksi Pawai Ketug Bumi tahun 2015, kemudian dari dokumen masa lampau berupa kakawin dan babad. Instrumen utama yang dipergunakan dalam gamelan Ketug Bumi yaitu tambur (mredangga), dipergunakan sebagai unsur utama dalam penelusuran kesejarahan gamelan Ketug Bumi. Penjelasan mengenai mredangga sebagian telah penulis terangkan dalam artikel yang berjudul “Mrӗdangga: Sebuah Penelusuran Awal Tentang Gamelan Perang di Bali” pada jurnal Kalangwan. Kata tambur sendiri penulis temukan dalam naskah kesusastraan Bali yang berjenis parikan, tetapi banyak ditemukan pada naskah yang berbentuk babad dari luar Bali.

Cite

CITATION STYLE

APA

Santosa, H. (2019). Kajian Historis Tentang Gamelan Ketug Bumi. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(1), 36–44. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i1.525

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free